Praktikum 2

Merancang dan Menguji Arsitektur Teknis ERP

Indikator: arsitektur teknis ERP. Studi kasus: perusahaan dengan 100 pengguna di bagian penjualan, gudang, produksi, pembelian, dan keuangan.

1. Diagram Arsitektur

flowchart TB
  U["Pengguna
Penjualan, Gudang, Produksi,
Pembelian, Keuangan"] UI["Antarmuka Aplikasi
(browser / klien ERP)"] FW["Jaringan LAN / VPN
+ Firewall"] APP["Server Aplikasi
logika ERP, autentikasi, hak akses"] DB[("Server Database
data transaksi")] BK[("Penyimpanan Cadangan
lokal + offsite/cloud")] U --> UI --> FW --> APP --> DB DB -- "backup terjadwal otomatis" --> BK
Alur utama: pengguna โ†’ antarmuka โ†’ jaringan/firewall โ†’ server aplikasi โ†’ database. Database dicadangkan otomatis ke penyimpanan terpisah.

Fungsi tiap komponen

KomponenFungsi
PenggunaMenjalankan transaksi sesuai peran departemen
Antarmuka aplikasiTampilan untuk input dan melihat data (browser atau klien ERP)
LAN / VPN + FirewallMenghubungkan pengguna ke server; firewall menyaring lalu lintas, VPN mengamankan akses dari luar
Server aplikasiMenjalankan logika bisnis ERP, memeriksa login dan hak akses, memvalidasi transaksi
Server databaseMenyimpan seluruh data transaksi dan data master
Penyimpanan cadanganMenyimpan salinan data untuk pemulihan saat terjadi kerusakan atau kehilangan data

2. Kebutuhan Keamanan Akses Tiap Departemen

PeranPenjualanGudangProduksiPembelianKeuangan
Staf PenjualanRWR---
Staf GudangRRWRR-
Staf ProduksiRRRW--
Staf Pembelian-RRRWR
Staf KeuanganRR-RRW
ManajerApproveApproveApproveApproveApprove

Keterangan: R = hanya lihat, RW = lihat dan ubah, Approve = menyetujui transaksi. Prinsipnya least privilege: setiap peran hanya mendapat akses yang dibutuhkan pekerjaannya.

3. Pencadangan dan Pemulihan Data

AspekRancangan
Full backupHarian, malam hari
Incremental backupSetiap jam
Lokasi salinanLokal dan offsite/cloud
PemantauanNotifikasi otomatis jika backup gagal
Uji pemulihanBerkala (misalnya bulanan) di lingkungan uji
Target RPOMaksimal 1 jam data hilang
Target RTOSistem pulih maksimal 4 jam

Prosedur pemulihan

  1. Pastikan penyebab kerusakan dan hentikan akses pengguna.
  2. Restore full backup terakhir ke server database (atau lingkungan uji dulu).
  3. Terapkan backup incremental secara berurutan sampai titik terbaru.
  4. Verifikasi integritas data (jumlah transaksi, saldo, stok).
  5. Buka kembali akses pengguna dan catat kejadian.

4. Aliran Data Transaksi Pembelian

sequenceDiagram
  actor U as Staf Pembelian
  participant UI as Antarmuka
  participant A as Server Aplikasi
  participant D as Database
  participant M as Manajer
  U->>UI: Login dan buka menu pembelian
  UI->>A: Kirim kredensial
  A->>A: Periksa hak akses
  U->>UI: Input Purchase Order
  UI->>A: Kirim data PO
  A->>A: Validasi (stok, anggaran, pemasok)
  A->>D: Simpan PO (status menunggu persetujuan)
  A-->>M: Notifikasi persetujuan
  M->>A: Setujui PO
  A->>D: Perbarui status PO
  A-->>UI: Konfirmasi ke pengguna
        

4A. Input Purchase Order (Terhubung Database)

Simulasi alur pada diagram di atas: staf pembelian menginput PO, sistem menyimpannya dengan status Menunggu Persetujuan, lalu manajer menyetujui atau menolak. Data tersimpan di database.

Form Purchase Order (Staf Pembelian)

Daftar Purchase Order (Persetujuan Manajer)

No. POPemasokBahanJumlahTotalStatusAksi
Memuat data...

5. Potensi Kegagalan Teknis dan Dampaknya

Potensi kegagalanDampak operasional
Server aplikasi mati (single point of failure)Seluruh pengguna tidak bisa bekerja walaupun database aktif
Database rusak atau tidak bisa diaksesTransaksi berhenti, ada risiko kehilangan data
Backup gagal tanpa terpantauData tidak bisa dipulihkan saat dibutuhkan
Jaringan atau internet putusAkses terputus, terutama untuk pegawai yang bekerja jarak jauh

Simulasi Gangguan

Database tidak dapat diakses

  1. Cek koneksi jaringan dan status layanan database.
  2. Jika ada replika, alihkan (failover) ke replika.
  3. Jika tidak ada, restore dari backup terakhir di lingkungan uji dulu, lalu produksi.
  4. Beri tahu pengguna dan catat waktu gangguan.

Server aplikasi mengalami gangguan

  1. Restart layanan aplikasi dan periksa log kesalahan.
  2. Jika gagal, alihkan ke server cadangan (jika tersedia).
  3. Data tetap aman karena tersimpan di database, bukan di server aplikasi.

Koneksi internet terputus

  1. Pegawai di kantor tetap bekerja lewat LAN karena server berada di jaringan lokal.
  2. Pegawai jarak jauh menunggu atau memakai jalur cadangan (ISP kedua).
  3. Hubungi penyedia layanan dan informasikan estimasi pemulihan.

Pengguna tidak berwenang membuka menu keuangan

  1. Sistem menolak akses berdasarkan peran (matriks hak akses).
  2. Percobaan dicatat di log audit (siapa, kapan, menu apa).
  3. Admin menelusuri log, memastikan tidak ada kebocoran, lalu menindaklanjuti sesuai kebijakan.

Data hilang karena backup tidak berjalan

  1. Selidiki penyebab kegagalan jadwal backup.
  2. Pulihkan dari backup valid terakhir, lalu input ulang transaksi dari dokumen sumber.
  3. Jalankan backup manual segera, perbaiki penjadwalan, dan pasang alert kegagalan.
Pelajaran Backup harus dipantau dan diuji pemulihannya secara berkala, bukan hanya dijadwalkan.

Alasan Pemilihan Rancangan

Kelemahan yang disadari Server aplikasi tunggal masih menjadi titik kegagalan. Jika anggaran memungkinkan, tambahkan server aplikasi kedua dengan load balancer.

Bukti yang Dikumpulkan