Praktikum 1

Menganalisis Evolusi dan Integrasi ERP

Indikator: konsep dan evolusi sistem ERP. Studi kasus: perusahaan dengan aplikasi terpisah di empat departemen.

Kondisi Awal

DepartemenSistem saat iniMasalah
PenjualanSpreadsheetData pesanan terlambat diperbarui
GudangAplikasi stokStok berbeda dengan catatan pembelian
ProduksiFormulir manualJadwal produksi sering berubah
KeuanganAplikasi akuntansiTransaksi harus dimasukkan ulang

1. Hubungan Data yang Belum Terintegrasi

Dari โ†’ KeMasalahAkibat
Penjualan โ†’ ProduksiPesanan di spreadsheet tidak otomatis menjadi rencana produksiJadwal berubah-ubah, janji kirim tidak sesuai kapasitas
Gudang โ†’ Pembelian/ProduksiStok tidak sinkron dengan catatan pembelianStok di laporan berbeda dengan catatan produksi
Produksi โ†’ GudangPemakaian bahan dicatat manual, stok tidak terpotong otomatisStok sistem tidak mencerminkan stok fisik
Semua โ†’ KeuanganTransaksi diinput ulangLaporan terlambat dan rawan salah ketik

2. Diagram Sebelum Penerapan ERP

flowchart LR
  J["Penjualan
(Spreadsheet)"] G["Gudang
(Aplikasi stok)"] P["Produksi
(Formulir manual)"] K["Keuangan
(Aplikasi akuntansi)"] J -. "salin manual" .-> P G -. "lapor manual" .-> P J -. "input ulang" .-> K G -. "input ulang" .-> K P -. "input ulang" .-> K
Setiap panah putus-putus adalah titik risiko salah input dan keterlambatan.

3. Diagram Setelah Penerapan ERP

flowchart TB
  DB[("Database Terpusat ERP
satu sumber data")] J["Modul Penjualan"] <--> DB G["Modul Gudang"] <--> DB P["Modul Produksi"] <--> DB K["Modul Keuangan"] <--> DB
Data diinput sekali, semua modul membaca sumber yang sama secara real-time.
Perbedaan nyata cara kerja Sebelum: tiap departemen menyalin data dari departemen lain. Sesudah: departemen hanya memicu proses berikutnya (pesanan โ†’ produksi โ†’ stok โ†’ faktur) dan sistem meneruskan datanya.

4. Data Master Bersama

Data masterDipakai oleh
PelangganPenjualan, Keuangan
Produk jadiPenjualan, Produksi, Gudang
Bahan bakuGudang, Produksi, Pembelian
Bill of Materials (BOM)Produksi, Gudang, Pembelian
PemasokPembelian, Keuangan
Gudang/lokasiGudang, Produksi
Chart of AccountsKeuangan (dipakai otomatis oleh semua modul)
Satuan ukurSemua departemen

5. Simulasi Transaksi Pesanan Pelanggan

Asumsi: pelanggan memesan 100 unit dengan harga Rp500.000/unit (sesuaikan dengan data dosen).

flowchart TD
  A["Sales Order 100 unit
Rp50.000.000"] --> B{"Stok barang jadi
cukup?"} B -- "Ya" --> E["Kirim barang"] B -- "Tidak" --> C["Perintah produksi"] C --> D{"Bahan baku
cukup (via BOM)?"} D -- "Tidak" --> F["Purchase Request otomatis"] D -- "Ya" --> G["Produksi berjalan
bahan terpotong, stok barang jadi naik"] F --> G G --> E E --> H["Faktur otomatis
Debit Piutang / Kredit Penjualan"]
AreaDampak dari satu pesanan
StokStok barang jadi dicek. Jika kurang, sistem memicu produksi. Bahan baku dihitung lewat BOM dan dicek ke gudang.
ProduksiPerintah produksi dibuat. Bahan dipakai (stok bahan turun), hasil produksi menambah stok barang jadi.
KeuanganSaat barang dikirim: Debit Piutang Usaha Rp50.000.000 / Kredit Penjualan Rp50.000.000. Piutang terbuka sampai pelanggan membayar.

6. Input Sales Order (Terhubung Database)

Isi data pesanan pelanggan. Total dan status dihitung otomatis: stok cukup menjadi Siap Kirim, stok kurang menjadi Perlu Produksi. Data tersimpan di database dan tetap ada setelah halaman ditutup.

Form Sales Order

Daftar Sales Order

No. SOPelangganProdukJumlahTotalStatusAksi
Memuat data...

Satu Masalah dan Cara Mengatasinya

Masalah: stok gudang tidak sama dengan catatan produksi Penyebab: dua sistem terpisah, pemakaian bahan di produksi dicatat manual dan tidak memotong stok gudang.
Solusi Satu database stok untuk semua departemen. Setiap pemakaian bahan di modul Produksi otomatis mengurangi stok di modul Gudang, sehingga angka keduanya selalu sama.

Bukti yang Dikumpulkan